Pemanfaatan burung hantu Sebagai membantu mengendalikan Penduduk Dunia tikus Hingga lahan Agrikultur. (foto: Portal Cakrawala.com/Freepik)
JAKARTA – Hama tikus masih menjadi ancaman serius Bagi petani Lantaran dapat merusak tanaman padi dan menurunkan hasil panen secara signifikan. Sebagai solusi alami, pemanfaatan burung hantu mulai dikembangkan Sebagai membantu mengendalikan Penduduk Dunia tikus Hingga lahan Agrikultur.
Sebagai predator alami, burung hantu Memperoleh pendengaran dan penglihatan yang sangat tajam, memungkinkan mereka mendeteksi dan Menahan tikus Di mudah, Justru Hingga malam hari. Hingga Di Itu, Penduduk Dunia burung hantu juga mudah dikendalikan, salah satunya Di menyediakan Wadah sarang Hingga Di area persawahan.
1. Dukung Penerapan Irigasi Padi Hemat Air
Penggunaan burung hantu juga sejalan Di penerapan Irigasi Padi Hemat Air (IPHA), metode budidaya yang Untuk didorong Dari Kementerian Pekerjaan Umum. IPHA terbukti Meningkatkan produktivitas padi sekaligus menghemat penggunaan air.
Tetapi, sistem IPHA yang membuat air Hingga sawah lebih dangkal justru Meningkatkan risiko serangan tikus, Lantaran memudahkan mereka menjangkau batang padi. Untuk Kemakmuran ini, kehadiran burung hantu menjadi sangat penting sebagai pengendali alami yang efektif.
2. 1.000 Ekor Burung Hantu
Sebagai bentuk Pemberian Pada Agrikultur berkelanjutan dan pengendalian hama alami, Pemimpin Negara Prabowo Subianto Menyediakan Pemberian sebanyak 1.000 ekor burung hantu Sebagai digunakan Hingga kawasan Agrikultur. Pemberian ini diumumkan Untuk kegiatan panen raya serempak Hingga Desa Randegan Wetan, Kabupaten Majalengka, Di Senin (7/4/2025).
Artikel ini disadur –> 0kezone.com Indonesia News: 1.000 Burung Hantu Dikerahkan Lindungi Sawah Untuk Serangan Tikus : Portal Cakrawala Economy











