JAKARTA – Ratusan kantor cabang bank tutup. Penutupan kantor cabang bank ini berdampak Ke pemutusan hubungan kerja (Pemecatan Karyawan) karyawan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat Gaya penurunan jumlah kantor cabang bank umum Ke Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menilai hal ini merupakan Pada Untuk strategi Usaha industri perbankan Untuk merespons perubahan perilaku nasabah dan perkembangan Ilmu Pengetahuan digital.
“Penurunan jumlah cabang dilakukan atas keputusan Usaha masing-masing bank, seiring adopsi Ilmu Pengetahuan informasi yang Lebihterus masif,” ujar Dian Untuk jawaban tertulis konferensi pers RDKB Mei 2025, Senin (16/6/2025).
Berikut ini Portal Cakrawala rangkum fakta-fakta penutupan kantor cabang bank Ke Indonesia.
1. Kantor Cabang Bank Tutup
Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) OJK, jumlah kantor bank umum tercatat Untuk Gaya penurunan Untuk waktu Hingga waktu.
Ke Maret 2024, total kantor bank umum berjumlah 24.243 unit. Jumlah kantor bank umum Lebihterus menyusut Ke mana data terakhir per Maret 2025 tercatat sebanyak 23.734 unit. Artinya, jumlah kantor Untuk seluruh bank Ke Indonesia telah berkurang 509 unit Untuk setahun.
Bank milik Bangsa atau Himbara menjadi bank yang paling banyak Mengurangi kantor fisik Untuk satu tahun terakhir. Sebanyak 275 kantor ditutup, Untuk 12.391 unit per Maret 2024 menjadi 12.116 per Maret 2025.
Lanjutnya, bank swasta telah menutup kantor fisik sebanyak 187 unit, Untuk 7.789 unit per Maret 2024 menjadi 7.602 per Maret 2025. Bank Pembangunan Lokasi (BPD) menutup 47 kantor fisik, Untuk 4.044 unit per Maret 2024 menjadi 3.997 unit per Maret 2025. Sedangkan kantor cabang Untuk bank yang berkedudukan Ke luar negeri tetap berjumlah 19 unit.
Artikel ini disadur –> 0kezone.com Indonesia News: 3 Fakta 509 Kantor Cabang Bank Tutup hingga Ancaman Pemecatan Karyawan Massal : Portal Cakrawala Economy











