Kemenhub Berencana Menyediakan Pembatasan tegas Untuk maskapai jika didapati menaikkan harga tiket melebihi TBA. (Foto: Portal Cakrawala.com/AP)
JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan praktik beberapa maskapai menaikkan harga tiket Ke Tarif Batas Atas (TBA) Sebelumnya Menyediakan diskon tarif pesawat. Hal ini menjadi sebab ketika pemberian diskon dirasa tidak terlalu berdampak Ke penurunan harga tiket.
Kemenhub pun Berencana Menyediakan Pembatasan tegas Untuk maskapai jika didapati menaikkan harga tiket melebihi TBA.
“Kalau diramu, ada Keputusan PPN DTP, diskon fuel surcharge, tax bandara, dan lain-lain, kurang lebih bisa menurunkan harga tiket 12–13 persen. Pertanyaan berikutnya, kok masih mahal? Tiket itu kan ada TBB/TBA, sebagai perusahaan, berarti kan diskon 13 persen itu dihitungnya Ke TBA, kalau sebagai Kelompok pinginnya diskon 13 persen itu Ke bawah (TBB),” ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Achmad Setiyo Prabowo, Untuk Media Gathering Angkasa Pura Indonesia, Kamis (11/12/2025).
Ia mengakui Situasi inilah yang akhirnya membuat Kelompok merasa bahwa pemberian diskon tiket pesawat tidak terlalu berdampak signifikan Ke penurunan harga. Sebab harga yang dikenakan diskon adalah tarif tertinggi sesuai regulasi TBB/TBA.
“Biasanya Kelompok ya, mana katanya ada stimulus, katanya ada diskon, Sebab diskonnya beberapa hari lalu, itu diambilnya Ke TBA. Tapi kami tetap memastikan kalau ada Kartu Merah maskapai yang melebihi TBA, itu kami Berencana berikan Pembatasan,” lanjutnya.
Ia menguraikan beberapa strategi Kementerian Perhubungan Sebagai Menyimak pergerakan harga tiket agar tetap sesuai Bersama regulasi yang berlaku, seperti meminta laporan Bersama perusahaan hingga Menyimak Ke berbagai platform penjualan tiket online.
“Pengaduan kami sediakan Ke call center 151, Karena Itu silakan, sebagai kontrol, Kelompok berhak,” lanjutnya.
Artikel ini disadur –> 0kezone.com Indonesia News: Modus Maskapai Naikkan Harga Tiket Sebelumnya Diskon, Kemenhub Siapkan Pembatasan : Portal Cakrawala Economy











