Mazda akui cacat fatal airbag yang mempengaruhi 170.000 Kendaraan Pribadi Ke Amerika. Foto: Mazda
Tetapi, yang lebih mengkhawatirkan Untuk cacat itu sendiri adalah respons awal Mazda. Alih-alih langsung mengakui adanya masalah, laporan menyebutkan bahwa raksasa Produsen Kendaraan Jepang ini awalnya sempat menganggap insiden ini sebagai kelalaian pemilik.
Jebakan Untuk Kebiasaan Sepele
Masalah ini berakar Untuk sebuah kebiasaan yang Bisa Jadi Disorot sepele Didalam banyak orang: membiarkan Kunci kontak Untuk posisi “ON” Di dua jam atau lebih tanpa menyalakan mesin. Tindakan ini dapat menguras aki hingga habis.
Di itulah “jebakan” sesungguhnya muncul. Ketika baterai diisi ulang atau Kendaraan Pribadi Ke-jump start, modul kontrol airbag yang canggih (disebut SAS) dapat Merasakan gangguan, yang berujung Ke dinonaktifkannya seluruh sistem airbag. Lampu peringatan Ke dasbor memang Akansegera menyala, Tetapi banyak pengemudi Bisa Jadi tidak Mengetahui betapa fatalnya pesan tersebut.
Menurut dokumen Untuk Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) AS, masalah ini tidak Akansegera muncul jika baterai terkuras Sebab alasan lain, seperti lupa mematikan lampu. Ini Menunjukkan adanya cacat spesifik Ke logika Gadget lunak kontrol modul.
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: Airbag Ke 170.000 Kendaraan Pribadi Bisa Mati Mendadak











