Wakil Ketua Komisi XI Lembaga Legis Latif Bersama Fraksi PDIP Dolfie OFP terkejut mengetahui fakta bahwa Kurs Mata Uang nelayan dan Kurs Mata Uang petani tidak lagi ada Untuk indikator sasaran pembangunan. Foto: Dok SindoNews
“Saya baca Hingga Literatur KEM-PPKF, sasaran pembangunan sudah tidak lagi memasukkan Kurs Mata Uang petani dan Kurs Mata Uang nelayan sebagai indikator,” ujarnya.
Baca juga: Pemerintah Diminta Terus Tingkatkan Keadaan Petani
Dia mempertanyakan apakah memang target tersebut sudah tidak lagi menjadi indikator penting Untuk pemerintah sebagai sasaran pembangunan. “Apakah ada indikator Mutakhir Sebagai menggantikan ini atau pemerintah sudah tidak lagi menganggap indikator petani dan indikator nelayan ini penting,” katanya.
Menjawab hal tersebut, Menkeu Sri Mulyani meminta maaf Sebab Kurs Mata Uang petani dan Kurs Mata Uang nelayan luput tidak dimasukkan Hingga Untuk KEM-PPKF. “Pak Dolfie, saya meminta maaf kalau NTP dan NTN tidak ada Hingga Untuk dokumen. Tapi, 2 hal tersebut masih Untuk indikator yang kita monitor,” ujar Sri Mulyani.
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: Anggota Lembaga Legis Latif Persoalkan Keadaan Petani dan Nelayan Tak Masuk Sasaran Pembangunan











