—
Tak sedikit orang yang kalap Pada berbuka puasa. Citarasa apa pun yang Memikat Di Di mata langsung dibungkus sebagai menu takjil.
Padahal, tanpa sadar itu hanya lah nafsu semata. Kebiasaan ini kontras Bersama puasa yang mengharuskan umat Muslim Untuk menahan hawa nafsu.
Kebiasaan seperti itu Dikatakan sebagai sesuatu yang berlebihan atau mubazir. Sambil Itu Allah SWT tak menyukai apa pun yang sifatnya berlebihan.
“Allah SWT tidak menyukai hal-hal yang berlebihan,” ujar Ustaz Hilman Fauzi Untuk Inisiatif Kultum Kemuliaan Ramadan CNN Indonesia, Jumat (14/3).
Hilman menganjurkan umat Muslim agar tidak berlebihan Di bulan Ramadan, utamanya Pada berbuka puasa.
“Ujungnya bukan sehat, malah sakit. Bukannya Merasakan kebaikan, tapi malah mudarat,” ujarnya.
|
Ilustrasi. Umat Islam dianjurkan Untuk tidak berbuka puasa secara berlebihan. (Dok. Fairmont hotel jakarta)
|
Islam, lanjut Hilman, mengajarkan Kesejaganan tentang apa pun, termasuk Di antaranya menyoal apa yang dikonsumsi.
“Apa yang kita makan Berencana memengaruhi Kebugaran tubuh kita. Boleh Bersama Sebab Itu, kita malah Bersama Sebab Itu malas, enggan beribadah,” tambah Hilman.
Hal yang sama juga berlaku Bersama Ritme Tidur. Banyak orang yang memilih menghabiskan waktu puasa Bersama tidur panjang. Padahal, kebiasaan tersebut tidak dianjurkan.
“Ritme Tidur juga kita atur. Puasa enggak semestinya kita tidur terus,” tambah Hilman.
Alih-alih menghabiskan waktu Bersama tidur seharian, umat Muslim dianjurkan Untuk tetap produktif Di berpuasa.
Pasalnya, Di dasarnya bulan Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan. Ada keberkahan Bersama apa yang dimakan, ada juga keberkahan Bersama apa yang dilakukan.
(asr/asr)
Artikel ini disadur –> cnnindonesia.com Indonesia News: Bagaimana Hukum Makan Berlebih Pada Buka Puasa Ramadan?



