Nama Aurelia Fiona Widodo yang akrab disapa Aurel telah dikenal Di kancah pageant dan dunia wirausaha. Gadis asal Kota Malang berusia 22 tahun ini tidak hanya berprofesi sebagai entrepreneur dan model, tetapi juga seorang sarjana Biotech yang Memperoleh ketertarikan Di dunia Alunan dan memasak.
Perjalanan Aurel Di dunia Kejuaraan dimulai Di kegagalan Di ajang Keelokan tingkat kota Di awal tahun 2020. Tidak menyerah, ia mencoba lagi Di tahun 2021 dan berhasil meraih Unggul Di ajang serupa.
Penghayatan Aurel terus bertambah Pada ia sukses melenggang sebagai finalis Duta Wisata Kakang Mbakyu Kota Malang Di tahun 2022. Memasuki tahun 2023, ia mulai serius terjun Ke dunia beauty pageant tingkat provinsi dan berhasil menyabet gelar Runner Up I.
Momen model sekaligus entrepreneur Aurelia Fiona Pada melaksanakan advokasi. (FOTO: Aurel for TIMES Indonesia)
Setelahnya Itu Setelahnya dua tahun berinteraksi Di berbagai kegiatan, bertemu banyak pihak, dan merasa telah berkembang serta mampu berbagi, Aurel memutuskan Sebagai mencoba lagi Kejuaraan bergengsi.
“Di akhir tahun 2025 ini, saya membulatkan tekad Sebagai mengikuti ajang pemilihan Puteri Indonesia Jawa Timur 2026,” ujarnya Di wawancara eksklusif bersama TIMES Indonesia, Di Senin (1/12/2025).
Gerakan Heart for Health: Pembelajaran Lawan Diabetes
Selain prestasinya, Aurel kini memfokuskan diri Di advokasi Kesejajaran Lewat gerakan yang ia namakan “Heart for Health”. Latar Dibelakang keluarga yang Memperoleh riwayat turunan diabetes, ditambah Di tingginya Tindak Kejahatan Penyakit tersebut, mendorongnya Sebagai segera bertindak.
Di Kontek Sini Di Detail Aurel Berkata bahwa Di gerakan yang digaungkan, dirinya ingin mengajak Komunitas khususnya generasi muda Sebagai Mengetahui betapa pentingnya menjaga Kesejajaran, dimulai Di kesadaran Di hati.
Di didukung Di latar Dibelakang pendidikannya Di bidang Biotech, Aurel memahami betul bahwa diabetes bukan semata-mata diakibatkan Di faktor genetik, melainkan juga dipicu Di kebiasaan hidup yang keliru.
Sebelum tahun 2022, Aurel mulai mengampanyekan pengurangan konsumsi gula Di media sosial dan Menyambut tanggapan positif Di pengikutnya. Advokasinya Lebih luas Di awal tahun 2025. Ia tak hanya fokus Di dunia maya, tetapi juga aktif Berkunjung Ke sejumlah sekolah dan panti asuhan.
“Kami mengajarkan anak-anak bagaimana cara membaca label gizi, mengenali gula tersembunyi, dan memahami dampak gula berlebihan Di Kesejajaran tubuh mereka,” jelasnya. Ia juga menjalin kolaborasi Di komunitas Aktivitasfisik khusus wanita Sebagai memperkuat pesannya.
Menurut pandangan Aurel, bahwa mencegah diabetes itu bisa dimulai Di hal-hal sederhana, bukan harus Di upaya yang berat, Akan Tetapi butuh pemahaman dan kesadaran Akansegera pentingnya Kesejajaran Untuk masa Di.
Kemungkinan dan Tantangan Advokasi
Aurel melihat gerakan “Heart for Health” Memperoleh Kemungkinan besar Sebab konsepnya yang sederhana dan mudah diterapkan kapanpun dan Di mana pun. Ia menambahkan bahwa Pembelajaran ini bermanfaat Untuk semua usia dan kalangan, Kendati fokus utamanya adalah Di anak-anak dan remaja. Jangkauan audiens juga dapat diperluas secara signifikan berkat Dukungan media sosial.
Akan Tetapi ia juga Mengetahui tantangan yang harus dihadapi. Aurel menyebutkan bahwa Makanan dan minuman yang kurang sehat masih lebih mudah diakses daripada pilihan yang sehat. Di Itu, Kearifan Lokal Dunia manis yang sudah mendarah daging Di kebiasaan Komunitas Indonesia menjadi hambatan besar.
Tantangan terbesar, kata pemilik akun media sosial Instagram @aurelia.antasia adalah mengubah perilaku jangka panjang Di sekadar tahu menjadi mau dan konsisten Sebagai terus berubah.
Dukungan Penuh dan Harapan Generasi Sehat
Lebih jauh Aurel merasa bersyukur atas Dukungan yang ia terima. Ia mengungkapkan, “Saya sangat bersyukur Sebab keluarga dan lingkungan Menyediakan respons yang sangat positif, bukan hanya Di mendukung advokasi ini, tetapi juga Di mengikuti berbagai ajang atau kegiatan yang bertujuan Sebagai Menyusun diri dan berbagi Di orang lain.”
Menutup wawancara, Aurel menyampaikan harapan besarnya Untuk anak muda. Ia mengajak agar generasi muda tidak hanya menjadi generasi yang cerdas dan inovatif, tetapi juga sehat dan tangguh, serta terbebas Di ancaman diabetes.
“Penyakit ini bukanlah takdir yang harus kita terima, melainkan risiko yang bisa kita kendalikan,” tegasnya. Ia menyerukan, “Tunjukkan bahwa generasi muda adalah generasi sehat, yang memilih masa Di yang penuh vitalitas, bukan penuh Penyakit!”(*)
Artikel ini disadur –> times.co.id Indonesia News: Cegah Diabetes, Model dan Entrepreneur Aurelia Fiona Pelopori Gerakan ‘Heart for Health’

