Punggol, kawasan pemukiman modern padat, telah dipilih menjadi laboratorium hidup pertama Ke Singapura Sebagai uji coba kendaraan otonom (AV). Foto: Kementerian Transportasi Singapura
Ini bukan sekadar uji coba Ilmu Pengetahuan biasa. Ini adalah pertaruhan besar, langkah berani Di pemerintah Singapura Sebagai menjawab dua pertanyaan krusial: mampukah Mesin Otomatis menggantikan sopir Kendaraan Angkutan Umum Ke jalanan yang sibuk, dan siapkah Komunitas Sebagai menyerahkan keselamatan mereka Ke kecerdasan buatan?
Misi Ke Balik Eksperimen
Ke balik proyek ambisius ini, ada misi pragmatis. Pemerintah melihat kendaraan otonom sebagai solusi potensial Sebagai dua masalah utama: melengkapi jaringan transportasi publik yang sudah ada dan mengatasi kekurangan tenaga kerja Ke masa Di.
“Kita bisa Memperkenalkan layanan rute tetap Di titik Ke titik tertentu, Agar kita bisa membawa orang lebih nyaman Ke stasiun MRT atau Ke tempat yang ingin mereka tuju,” ujar Pelaksana Tugas Pembantu Kepala Negara Transportasi, Jeffrey Siow, Di berkunjung Ke Guangzhou, China, Sebagai mempelajari penerapan kendaraan otonom.
Punggol dipilih bukan tanpa alasan. “Ini adalah kawasan Di pola perjalanan yang ‘cukup matang’,” tambah Siow. Artinya, pemerintah sudah Memiliki data lengkap tentang Ke mana dan kapan penduduk Punggol bepergian, memudahkan mereka Sebagai merancang rute-rute awal yang paling efektif.
Rute-rute ini, menurut Pembantu Kepala Negara Negeri Senior Transportasi, Sun Xueling, yang juga merupakan anggota Dewan Sebagai Punggol, dirancang berdasarkan masukan langsung Di warga. “Sebagai contoh, ada warga Ke Punggol Barat yang ingin akses lebih mudah Ke fasilitas Ke Punggol Timur, seperti pasar basah atau poliklinik,” katanya.
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: Di Singapura Jadikan Kota sebagai Laboratorium Raksasa Kendaraan Pribadi Tanpa Sopir











