Pejabat Tingginegara Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui penerimaan Retribusi Negara Indonesia masih jauh Bersama target. (Foto: Portal Cakrawala.com/Biro KLI Kemenkeu)
JAKARTA – Pejabat Tingginegara Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui penerimaan Retribusi Negara Indonesia masih jauh Bersama target. Di ini Mutakhir mencapai Rp1.459 triliun atau 70,2% Bersama outlook Rp2.076,9 triliun per Oktober 2025.
Akan Tetapi, Untuk Diskusi Kerja (Raker) Bersama Komisi XI Lembaga Legis Latif RI, Kamis (27/11/2025) lalu, Purbaya menegaskan realisasi penerimaan tersebut tidak bisa dihakimi berdasarkan standar normal Lantaran Kebugaran ekonomi yang masih tertekan.
Menurut Purbaya, kelemahan penerimaan Retribusi Negara adalah konsekuensi Bersama lesunya peredaran uang Hingga Komunitas yang diklaimnya sudah terjadi Dari tahun 2024.
“Ini saya banyak ditegur masalah Retribusi Negara dan lain-lain, seolah-olah keadaan normal. Yang perlu kita ingat adalah keadaannya kita keadaannya enggak normal sampai September kemarin, Oktober saja Mutakhir mulai balik, belum keluar Bersama tekanan, loh. Ini yang Lagi kita perbaiki, Bersama Sebab Itu jangan dihitung sebagai keadaan normal,” jelasnya.
Purbaya Mengungkapkan bahwa Untuk Kebugaran ekonomi yang Lagi sulit ini, acuan normal dan penilaian kinerja menjadi tidak pas. Ia menolak opsi Bagi menaikkan tarif Retribusi Negara Untuk mengejar target semata Lantaran hal itu bertentangan Bersama prinsip Aturan countercyclical.
“Saya bisa aja naikin tarif (Retribusi Negara) Hingga sana-sini, tapi hasilnya pasti lebih jelek daripada yang Sebelumnya Itu. Kenapa? Ekonomi lagi jatuh. Kita kan tahu Aturan countercyclical, kalau lagi jatuh kita bebani lagi, Akansegera lebih jatuh lagi. Harusnya malah kita kasih stimulus besar-besaran,” tutur sang Pejabat Tingginegara.
Purbaya menegaskan dirinya tidak ingin menekan lebih Untuk Kebugaran keuangan Komunitas maupun para pengusaha.
Artikel ini disadur –> 0kezone.com Indonesia News: Ditegur Penerimaan Retribusi Negara Lesu, Purbaya Ngotot Ekonomi Belum Normal : Portal Cakrawala Economy











