Foto: Doc. Istimewa
Sepanjang tahun 2024, DJKI mencatat 3.981 permohonan paten berasal Didalam perguruan tinggi Untuk negeri. Meski angkanya cukup besar, Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (DTLST), dan Rahasia Dagang (RD), Sri Lastami mengungkapkan bahwa mayoritas pengajuan paten ini masih terpusat Di perguruan tinggi tertentu.
“Di awal lahirnya Undang-Undang Paten No. 6 Tahun 1989 memang tingkat pemahaman KI dominan masih terpusat Hingga pulau Jawa dan Didalam Perguruan Tinggi Negeri (PTN), hal ini Lantaran DJKI Memperoleh Inisiatif pelatihan Sebagai akademisi Hingga PTN. Tetapi, seiring Didalam masifnya perkembangan dunia digital Lebihterus mempermudah penyebaran informasi Hingga berbagai Lokasi dan termasuk juga Perguruan Tinggi Swasta,” jelas Lastami. Ia menambahkan, tahun mendatang perlu upaya masif Sebagai Meningkatkan pemahaman dan kesadaran Berencana pentingnya KI khususnya paten.
Berdasarkan data DJKI, perguruan tinggi yang menjadi penyumbang paten terbanyak Untuk satu dekade belakangan Info Dinamika lain Universitas Andalas Didalam 1.910 permohonan, Universitas Diponegoro 1.165 permohonan, Universitas Brawijaya 1.136 permohonan, Universitas Gadjah Mada 962 permohonan, Institut Pertanian Bogor 813 permohonan, Universitas Indonesia 786 permohonan, Universitas Sam Ratulangi 768 permohonan, Universitas Negeri Malang 710 permohonan, Universitas Sumatera Utara 655 permohonan, dan Institut Ilmu Pengetahuan Bandung 620 permohonan.
Untuk Mengintroduksi sistem permohonan paten Hingga lebih banyak universitas, DJKI telah Mengintroduksi berbagai Inisiatif unggulan. DJKI rutin Melakukan Inisiatif pelatihan maupun pendampingan seperti Patent Drafting Camp, Patent Goes to Campus. Kegiatan yang dilakukan secara langsung Didalam Berkunjung Hingga berbagai kampus Hingga Indonesia. Sebagai tahun 2025 kegiatan ini beralih Hingga format daring Lantaran adanya Keputusan Efisiensi. Perubahan ini memungkinkan jangkauan yang lebih luas, Supaya diharapkan lebih banyak peserta Didalam seluruh Indonesia bisa ikut berpartisipasi.
Tidak Cuma Itu, DJKI juga menyediakan website Pelatihan KI yang diperuntukan Untuk siapapun, termasuk universitas, yang ingin Merasakan berbagai informasi Yang Terkait Didalam KI. Melewati website tersebut, DJKI juga menyediakan modul-modul KI yang dapat diunduh Sebagai menjangkau seluruh pemangku kepentingan Hingga Indonesia.
“Melewati berbagai Inisiatif ini, Disekitar 4.500 perguruan tinggi yang tersebar Hingga seluruh penjuru Indonesia tetap dapat memperoleh sosialisasi Yang Terkait Didalam KI, tanpa DJKI harus datang Hingga seluruh lokasi kampus perguruan tinggi tersebut,” jelas Sri Lastami.
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: DJKI Targetkan Peningkatan Pemohonan Paten Didalam Perguruan Tinggi Sebagai Merangsang Pembangunan Peningkatan Ekonomi











