Ilustrasi galon lanjut usia (ganula). (Foto: dok Unsplash Jude Wilson)
JAKARTA – Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) terus menyoroti masih adanya penggunaan galon guna ulang yang telah lanjut usia (Ganula) atau yang telah digunakan Pada Ke atas 2 tahun Untuk peredaran. Hal ini diwujudkan Bersama melakukan investigasi Ke 60 toko kelontong, Ke Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang merupakan kelanjutan Untuk temuan KKI tahun lalu.
Untuk hasil investigasi terbaru yang bertajuk “Investigasi Ganula Air Minum Ke Jabodetabek”, memperlihatkan Situasi yang tak kalah mengkhawatirkan, terutama Yang Terkait Bersama kelayakan fisik, usia pemakaian, dan Keselamatan Air Minum Untuk Kemasan (AMDK) galon guna ulang yang dikonsumsi jutaan Kelompok.
Penemuan tersebut adalah galon Bersama kode produksi tahun 2012 ditemukan Ke Bogor dan galon Bersama produksi 2016 diketahui masih dijual Ke Tangerang. Secara keseluruhan, 57 persen galon yang beredar berusia lebih Untuk dua tahun, padahal pakar menyarankan pemakaian maksimal hanya satu tahun Sebagai mencegah pelepasan zat kimia berbahaya Untuk plastik polikarbonat.
Laporan investigasi ini disampaikan kembali kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), dan Bersama tegas KKI merekomendasikan agar BPKN meminta produsen Memikat seluruh galon yang berusia Ke atas 2 tahun Untuk peredaran.
Ketua KKI David Tobing mengatakan, Pada menemukan galon berumur 13 tahun, itu bukan lagi red flag tetapi sirine bahaya.
Artikel ini disadur –> 0kezone.com Indonesia News: Lakukan Investigasi Kembali, KKI Temukan Galon Lanjut Usia Masih Beredar Ke Jabodetabek : Portal Cakrawala Economy











