Anggota Komisi XI Lembaga Legis Latif Melchias Markus Mekeng meminta agar pemerintah memangkas dana Untuk Belajar kedinasan. Foto/Istimewa
Akansegera tetapi, yang menikmati hanya 13.000 orang. Sedangkan Untuk Belajar formal Untuk tingkat dasar, menengah hingga Belajar tinggi hanya Merasakan Dana Rp91,2 trilun per tahun atau 22 persen Untuk dana alokasi APBN. Akan Tetapi yang Merasakan sangat besar mencapai 62 juta siswa.
“Belajar dasar sampai menengah itu Rp33,5 triliun. Belajar tinggi Rp57,7 triliun. Totalnya Rp91,2 triliun. Berapa orang yang menikmati? Kurang lebih 62 juta siswa. Sambil Itu Belajar kedinasan Rp104,5 triliun. Siapa yang menikmati? Hanya 13.000 orang. Ini yang saya namakan Belajar tidak berkeadilan,” kata Mekeng Untuk Pertemuan Kerja Komisi XI Didalam Pembantu Ri Keuangan Sri Mulyani Hingga Jakarta, Kamis (3/7/2025) malam.
Baca juga: BREAKING NEWS, Tom Lembong Dituntut 7 Tahun Penjara Yang Berhubungan Didalam Tindak Kejahatan Pembelian Barang Untuk Luar Negeri Gula
Mekeng mencatat alokasi Dana Belajar Untuk APBN terus Menimbulkan Kekhawatiran. Ke 2020 tercatat sebesar Rp542,82 triliun, sedangkan Dana Belajar Hingga 2025 mencapai Rp724,2 triliun.
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: Mekeng Minta Dana Belajar Kedinasan Dipangkas











