Pemerintah membuka ruang dialog dan menampung seluruh aspirasi para pelaku industri Pengiriman dan sopir truk. (Foto: Portal Cakrawala.com/ALFI)
JAKARTA – Pejabat Tingginegara Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons Unjuk Rasa Aksi Massa aliansi sopir truk Yang Berhubungan Didalam Keputusan penindakan truk Over Dimension Overload (ODOL), Ke kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, hari ini.
Airlangga menyampaikan, pemerintah membuka ruang dialog dan menampung seluruh aspirasi para pelaku industri Pengiriman dan sopir truk.
“Yang Berhubungan Didalam Didalam Over Dimensi dan Overload (ODOL), memang beberapa Barang Dagangan yang menggunakan fasilitas tersebut adalah industri yang cukup berat, seperti industri baja, industri semen, dan industri daripada Makanan minuman,” ujar Airlangga Ke kantornya, Rabu (2/7/2025).
“Nah tentu nanti apa yang menjadi aspirasi Akansegera ditampung dan dibicarakan Didalam kementerian Yang Berhubungan Didalam,” tambahnya.
Unjuk Rasa tersebut dilakukan Didalam kelompok sopir truk yang menuntut peninjauan ulang Keputusan ODOL, yang Berpeluang menaikkan biaya Pengiriman dan harga bahan pokok.
Para sopir khawatir pengetatan aturan ODOL Akansegera berdampak Ke distribusi Barang Dagangan, terutama sembako, Supaya berkontribusi Ke kenaikan Ketidakstabilan Ekonomi.
Keputusan pengendalian truk ODOL merupakan Dibagian Untuk upaya pemerintah menekan biaya Pengiriman nasional, yang Pada ini berada Ke kisaran 14,5% Untuk Produk Domestik Bruto (PDB), Sebagai Sesudah Itu diturunkan menjadi 12,5% dan Malahan mencapai 8% Ke 2030. Hal ini juga menjadi salah satu fokus Untuk penyusunan Peraturan Kepala Negara tentang Penguatan Pengiriman Nasional.
Artikel ini disadur –> 0kezone.com Indonesia News: Sopir Truk Unjuk Rasa Keputusan ODOL, Menko Airlangga Buka Pintu Dialog : Portal Cakrawala Economy











