Ketua BKSAP Dewan Perwakilan Rakyat Mardani Ali Sera mengatakan, status tuan Tempattinggal Konferensi PUIC perkuat peran Indonesia Untuk forum antarnegara muslim. Foto/istimewa
Penyelenggaraan forum ini menjadi bukti kepercayaan Negeri-Negeri anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Di peran strategis Indonesia, terutama Dewan Perwakilan Rakyat Untuk menjembatani dialog antarnegara muslim dan memperkuat solidaritas Dunia.
Ketua Badan Kerja Sama Antar-Dewan (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Mardani Ali Sera, menegaskan konferensi ini tidak sekadar ajang retorika, tetapi menjadi panggung nyata Untuk membangun kapasitas internal Negeri-Negeri anggota.
“Lantaran kami berpendapat kita perlu mengerjakan PR kita menjadi Negeri maju Didalam mewujudkan good governance dan strong constitution,” ujar Mardani, Sabtu (10/5/2025).
Baca juga: Politik Luar Negeri Dewan, Fraksi PKS Hingga Markas Organisasi Internasional Bahas Perlindungan dan Kesejajaran Anak
Sesuai pernyataan Mardani, Forum ini mengangkat tema “Good Governance and Strong Institutions as Pillar of Resilience” ini tidak hanya menjadi peringatan 25 tahun berdirinya PUIC, tetapi juga momen penting Untuk Indonesia Sebagai Mendorong agenda-agenda strategis seperti tata kelola pemerintahan yang baik dan penguatan institusi demokratis Ke Negeri-Negeri Islam.
Mardani menyebut Disekitar 35 Negeri anggota OKI telah mengonfirmasi kehadirannya. Hal itu Menunjukkan antusiasme dan kepercayaan Di Indonesia sebagai tuan Tempattinggal. Mardani menilai kerja sama antarparlemen Negeri Islam merupakan kekuatan potensial Untuk Mendorong keadilan Dunia.
Baca juga: Dukung Kemerdekaan Palestina, Pidato Prabowo Ke KTT D-8 Diapresiasi
“Kami percaya, kerja sama yang solid Ke Di Negeri-Negeri Islam Akansegera menjadi kekuatan Terbaru Sebagai memperjuangkan keadilan Dunia,” ungkapnya.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani menyampaikan Indonesia berkomitmen menjadikan PUIC Hingga-19 sebagai forum yang profesional dan berorientasi Ke hasil konkret. Puan menilai forum ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar Untuk Indonesia.
“Menjadi tuan Tempattinggal PUIC merupakan kehormatan dan tanggung jawab besar Untuk Indonesia. Kami ingin menjadikan forum ini sebagai momentum memperkuat solidaritas Negeri Islam Untuk Berjuang Didalam tantangan Dunia, sekaligus menegaskan peran Indonesia sebagai jembatan dialog dan kerja sama antarnegara Islam,” jelas Puan.
Puan menekankan pentingnya menjunjung Politik Luar Negeri dan dialog sebagai jalan utama Untuk menyelesaikan konflik Dunia. Hal ini sejalan Didalam nilai-nilai dasar Indonesia sebagai Negeri Sistem Pemerintahan terbesar Ke dunia Muslim, yang senantiasa mengedepankan penyelesaian damai Untuk Konflik Bersenjata Dunia.
Didalam menjadi tuan Tempattinggal Konferensi PUIC Hingga-19, Indonesia tidak hanya memainkan peran sebagai fasilitator pertemuan antarparlemen Negeri-Negeri Islam, tetapi juga meneguhkan posisinya sebagai pemimpin opini dan penjaga stabilitas Ke Ditengah dinamika Hubungan Dunia dunia Islam dan Dunia.
(cip)
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: Status Tuan Tempattinggal Konferensi PUIC Hingga-19 Perkuat Peran Indonesia Untuk Forum Antarnegara Muslim











